|
|
Layanan Suara dan SMS Lancar
Investor Daily, 7 Nopember 2005
JAKARTA, Layanan suara (voice) maupun pesan singkat (short message service/SMS) telepon seluler, selama Lebaran tahun ini berjalan lancar. Operator telekomunkasi dinilai dapat mengantisipasi lonjakan trafik, termasuk kenaikan trafik SMS yang diperkirakan mencapai 20-40% dari kondisi normal.
Demikian diungkapkan Heru Sutadi, pengamat telekomunikasi dan Mas Wigrantoro Roes Setiyadi ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dalam wawancara dengan Investor Daily, Minggu (6/11).
Heru menuturkan, layanan telekomunikasi yang tak tersendat ini, berkat kerja keras operator dalam mempersiapkan jaringan mereka. Dia melihat kesiapan jaringan operator tahun ini jauh lebih baik ketimbang tahun lalu. “Kalau tahun lalu delay pengiriman SMS sempat tertunda dua jam, sekarang relatif lebih baik. Ini berkat persiapan operator,” kata Heru.
Mas Wig melihat, operator telekomunikasi, khususnya, operator seluler telah mempersiapkan jaringan secara khusus sejak sebulan sebelum bulan Ramadhan. Persiapan tersebut baik berupa peningkatan kapasitas jaringan maupun penambahan jangkauan. “Tahun ini, kita layak berterimakasih kepada operator atas kenyamanan layanan,” ujar Mas Wig.
Sementara itu, menyambut Lebaran, PT Telkomsel, operator seluler terbesar, menyatakan jaringannya didukung dengan 9.250 base transceiver station (BTS) atau meningkat menjadi 150% dibanding tahun 2004. Sedangkan, di sepanjang jalur mudik utama Jawa-Bali dilayani oleh sekitar 4.000 BTS.
Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, perseroan sudah meningkatkan estimasi kapasitas layanan pesan singkat menjadi 64 juta SMS per hari. Selanjutnya, kapasitas SMS Telkomsel minimal bisa menampung estimasi 224 juta SMS per hari. “Secara total kapasitas Telkomsel mencapai 7.000 juta SMS per hari,” kata Kiskenda, ketika meninjau langsung jaringan Telkomsel menjelang Lebaran.
Sementara itu, PT Indosat Tbk, perusahaan seluler terbesar kedua, menyatakan telah meningkatkan kapasitas SMS perseroan empat hingga lima kali lipat dari kondisi normal. “Biasanya SMS sekitar 40 juta per hari. Nah, sekarang menjadi 150 hingga 200 juta SMS per hari,” kata Johnny Swandy Sjam, direktur consumer market Indosat menjelang Lebaran. (tri)
|
|