Integrasi Jaringan Indosat di Jakarta Belum Selesai
Investor Daily, 18 Juli 2005

JAKARTA, Investor Daily

PT Indosat Tbk belum berhasil merampungkan proses integrasi jaringan di wilayah Jakarta. Proses integrasi di area padat ini membutuhkan waktu lebih lama, karena harus dilakukan perpindahan penggunaan frekuensi.

"Karena, di Jakarta padat, kapasitas tidak mampu lagi di frekuensi 900 Mhz, melainkan perlu disatukan di frekuensi 1.800," kata T Saiful Rizal, senior vice president product development PT Indosat Tbk, kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Pascamerger vertikal, Indosat berupaya mengintegrasikan jaringan IM3, Matrix dan Satelindo. Saat ini perseroan memiliki pelanggan sekitar 12 juta.

Saiful menjelaskan, perpindahan frekuensi tersebut juga telah memberikan konsekuensi bagi perseroan untuk menambah jumlah base transceiver station (BTS). Diperkirakan, perseroan harus menambah lebih dari 100 BTS di Jakarta. Selanjutnya, perseroan juga harus melakukan penyambungan jaringan ke frekuensi 1.800 MHz.

Namun, Saiful mengungkapkan, perubahan frekuensi telah diantisipasi agar tidak merugikan kepentingan pelanggan. Handset pelanggan dapat menyesuaikan perpindahan frekuensi itu. Dia menuturkan, perseroan telah melakukan studi. Hasil studi menunjukkan rata-rata handset sudah triple band, jadi dipastikan dapat digunakan untuk frekuensi 1.800 MHz.

Perbedaan Vendor
Di sisi lain, proses integrasi jaringan Indosat dinilai juga memerlukan waktu yang cukup lama, karena dalam proses integrasi ini, perseroan menggunakan beberapa vendor. Setiap vendor yang memiliki jenis software tersendiri, memerlukan penyesuaian ketika disatukan. Dalam proyek integrasi jaringan, Indosat mengunakan vendor Nokia, Erricson, Alcatel, dan Siemen.

Indosat berkomitmen mengoptimalkan jaringan secepatnya. Bahkan, manajemen Indosat telah membentuk tim task force untuk melakukan kegiatan optimalisasi jaringan. Keluhan pelanggan tentang tingginya tingkat drop call (kegagalan panggil) segera direspons perseroan. "Bukan hanya optimasi BTS, kami juga melakukan upgrade switching BSC, supaya gangguan bisa dioptimalisasikan," kata Saiful.

Meleset
Saiful mengatakan, integrasi jaringan di Jakarta diharapkan selesai sebelum hari raya Idul Fitri tahun ini. Target tersebut meleset dari target semula. Seperti diberitakan, sebelumnya, manajemen Indosat menargetkan pengintegrasian jaringan di Jabotabek akan rampung pada Februari 2005.

Berdasarkan catatan Investor Daily, manajemen Indosat pernah mengungkapkan setelah proses integrasi jaringan di Jabotabek rampung, perseroan akan melanjutkan proses integrsai jaringan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian utara. Setelah itu, pengintegrasian jaringan akan merambat keluar Jawa. Di area luar Jawa ini, proses penyatuan jaringan ditargetkan selesai pada kuartal III 2005.

Jangan Rugikan Pelanggan
Sementara itu, kalangan pengamat telekomunikasi mengatakan, proses integrasi tidak boleh merugikan pelanggan. Pelanggan Indosat tidak boleh terkena imbas, seperti banyak terjadinya jaringan sering putus dan panggilan yang tidak terhubung. Pengamat telekomunikasi Roy Suryo mengatakan, bila benar terjadi gangguan, Indosat harus mampu mengkomunikasikan hal itu secara baik kepada pelanggan.

Sedangkan, pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkapkan, gangguan terhadap kenyamanan komunikasi pelanggan harus segera diminimalkan. Dia mengingatkan, bila proses integrasi membutuhkan waktu yang terlalu lama dan mengganggu, dikhawatirkan pelanggan justeru akan meninggalkan produk Indosat.

Di lain pihak, Roy mengatakan, bisa memahami kesulitan proses integrasi jaringan Indosat. Dia mengatakan, bukan hal yang gampang memadukan jaringan Satelindo yang sebelumnya digunakan di frekuensi rendah 900 MHz, dengan jaringan IM3 yang menggunakan frekuensi 1.800 MHz.

Roy mengatakan, integrasi jaringan Indosat, lebih rumit dibandingkan proses integrasi jaringan ATM Bank Mandiri pascamerger. Padahal, jaringan ATM empat bank yang dimerger juga memiliki spesifikasi sendiri-sendiri.

"ATM bagi Bank Mandiri hanya support system, sebagai pendukung, bukan sebagai bisnisnya. Sedangkan, integrasi jaringan bagi Indosat terkait langsung dengan core business-nya, jadi pasti lebih rumit," kata Roy. (tri)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production