Operator Telepon Tetap Terbantu Pembebasan BM Cordless
Investor Daily, 22 Juni 2005

JAKARTA, Investor Daily

Pengamat telekomunikasi dari Universitas Indonesia Heru Sutadi mengatakan, pembebasan bea masuk (BM) handset cordless-phone akan memberikan dampak positif bagi operator telepon tetap. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat dapat mengganti handset lama mereka dengan produk cordless-phone yang memiliki fitur lebih lengkap.

"Saya yakin meskipun tidak bisa menaikkan jumlah pemakai telepon tetap secara signifikan. Tapi, setidaknya kehadiran cordless-phone dapat meningkatkan loyalitas pelanggan telepon tetap, karena cocok digunakan masyarakat yang memiliki life style yang terus berkembang," kata Heru, ketika dihubungi Investor Daily, Senin (20/6).

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Rahardja Tjakraningrat mengatakan, handset cordless phone diharapkan dapat menghidupkan kembali daya tarik dari penggunaan saluran telepon tetap yang semakin ditinggalkan pelanggannya. Tercatat, tren di luar negeri menunjukkan kecanggihan pesawat telepon itu telah mampu mempertahankan loyalitas pelanggan telepon tetap. "Ini telah terjadi seperti di Singapura, Hongkong, dan Cina. Jadi di Indonesia, semestinya juga demikian, jangan sampai pesawatnya ketinggalan teknologi hingga tidak digunakan lagi oleh pelanggannya," papar Rahardja, ketika itu.

Namun, Heru mengingatkan, bagi industri manufaktur domestik, kehadiran cordless-phone kemungkinan akan memberikan dampak negatif. "Mereka (industri domestik,red) harus bersaing dengan produk impor murah. Perusahaan yang memproduksi handset harus dapat berproduksi secara lebih efisien untuk bisa bersaing," katanya.

Sementara itu, Country Manager PT Philips Indonesia Ina Hutasoit mengatakan, vendor handset cordless-phone siap menawarkan produk kepada pelanggan eksisting mapun calon pelanggan baru telepon tetap.

Sesuai perhitungan, pengguna saluran telepon tetap mencapai 8,5 juta, 60% di antaranya merupakan pelanggan rumah tangga, dari jumlah itu, 20% diperkirakan memiliki kemampuan membeli produk-produk cordless. "Untuk tahun pertama ini, kami targetkan mampu memenuhi 15% dari 20% pelanggan yang memiliki daya beli terhadap cordless phone tadi," kata Ina, belum lama ini. (tri)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production