Telkom Diduga Masih Tetap Pimpin Telekomunikasi
Bisnis Indonesia, 3 Mei 2005

JAKARTA (Bisnis): Kalangan pengamat memproyeksikan PT Telkom Tbk masih akan tetap memimpin industri telekomunikasi nasional meski pemerintah membuka kompetisi di sektor tersebut karena didukung kekuatan jaringan dan layanan inovatif.

Heru Sutadi, pengamat telematika dari Universitas Indonesia, mengatakan pembangunan jaringan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat dan membutuhkan investasi yang besar sehingga operator baru tidak mudah menyaingi Telkom.

"Artinya, meski kompetisi dibuka operator baru tidak bisa langsung bicara market share tapi bagaimana memperkenalkan produknya. Berbeda dengan Telkom yang bisa langsung berlari karena basis pelanggan dan jaringannya sudah kuat," ujarnya kepada Bisnis, Senin.

Dengan kekuatan yang ada saat ini, Heru yakin Telkom tidak hanya akan tetap memimpin industri telekomunikasi nasional, tapi juga dapat menjadi pemain regional yang diperhitungkan.

Meski demikian, menurut dia, sebaiknya dalam beberapa tahun ke depan BUMN tersebut lebih berkonsentrasi menggarap pasar domestik yang masih luas.

Ada beberapa parameter yang dapat dijadikan acuan prestasi Telkom dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini yang menjadikan BUMN tersebut terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri telekomunikasi di Indonesia.

Dalam hal kapitalisasi pasar saham, misalnya, nilainya mencapai US$9,6 miliar yang berarti terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara setelah SingTel dan menunjukkan tingginya apresiasi investor terhadap kinerja Telkom.

Kepemilikan saham Telkom oleh investor asing juga terus meningkat secara signifikan dari hanya 3% di awal IPO pada 1995 meningkat menjadi 45% pada 2004.

Demikian pula dengan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang tinggi telah menempatkan Telkom sebagai satu-satunya operator dengan EBITDA margin tertinggi di kawasan regional yang mencapai 64%.

Suksesi direksi
Peningkatan kinerja Telkom tidak terlepas dari kekompakan manajemen (direksi dan komisaris) dalam menjalankan operasional perusahaan. Selain akan ada tambahan dua direktur, pada RUPS Telkom mendatang dikhabarkan akan terjadi pergantian direksi.

Pemerintah memang mengagendakan pergantian direksi sejumlah BUMN pada Mei-Juni tahun ini, termasuk Telkom. Menneg BUMN Sugiharto akan memegang peranan penting dalam proses pergantian direksi sejumlah BUMN tersebut, meski dia sempat mendapat protes saat mengganti Dirut PT Jamsostek beberapa waktu lalu.

Sejumlah kalangan mencurigai pergantian direksi BUMN ini sarat dengan kepentingan-kepentingan tertentu, dan terjadi pertempuran bisnis dan politik.

Meski begitu, Wapres Jusuf Kalla pernah menegaskan pergantian direksi BUMN harus melalui evaluasi kinerja dari tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Semua pergantian direksi BUMN dinilai berdasarkan kinerja, bukan suka atau tidak suka.

Dalam beberapa kesempatan, Dirut PT Telkom Kristiono mengatakan kondisi persaingan yang semakin ketat menuntut dilakukannya transformasi perusahaan dengan menjadi perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan melalui restrukturisasi organisasi serta memposisikan Telkom menjadi provider yang memberikan solusi bagi pelanggan melalui berbagai layanan terpadu.

"Transformasi tersebut diarahkan untuk memberikan jaminan bagi pertumbuhan perusahaan ke depan yang didasarkan pada lima pilar bisnis," ujarnya. Kristiono mengatakan sumbangan Telkom kepada pemerintah akan membesar tahun ini setelah dalam beberapa tahun terakhir ini sumbangannya paling besar di kalangan BUMN yakni 20%. (jha/af)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production