Telkomsel Bertekad Pertahankan Pangsa Pasar 51%
Investor Indonesia, 17 Desember 2004

JAKARTA, Investor Daily Online

Memasuki tahun 2005, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) bertekad tetap dapat mempertahankan pangsa pasar 51%. Erik Meijer, vice president Marketing Telkomsel mengatakan, penurunan tarif seluler seiring ketatnya iklim kompetisi dinilai telah menciptakan pangsa pasar baru. Pangsa inilah yang siap diambil perseroan.

Pada 2004, Erik memperkirakan penurunan tarif seluler telah menciptakan 8-10 juta segmen pelanggan baru. Dengan asumsi persaingan tahun depan yang semakin panas, terbukanya segmen pelanggan baru diperkirakan akan semakin signifikan. Bagi Telkomsel, munculnya calon pelanggan baru tentu tidak akan disia-siakan. Perseroan siap menggaet mereka, dan diharapkan tahun depan total pelanggan Telkomsel mencapai 20 jutaan.

Tentang strategi pemasaran, Erik mengaku, pihaknya masih mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan. Namun, strategi pelayanan ini mencakup arti yang luas, seperti menyediakan inovasi kreatif, memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi hingga memberikan jangkauan yang memadai. "Saya rasa harga murah tapi nggak bisa dipakai dimana-mana pelanggan nggak bisa menerima juga," kata Erik.

Persiapan dan perencanaan Telkomsel menuju tahun 2005, tampaknya telah dilakukan secara matang. Misal, terkait inovasi, Erik mengaku, pihaknya akan terus meluncurkan kreasi baru. Bahkan, menjelang tutup tahun ini, sejumlah inovasi telah siap diimplementasikan. Pekan-pekan menjelang akhir tahun ini, Telkomsel akan memberikan kejutan menyenangkan bagi pelanggannya. Dan, tentu saja pada tahun 2005, peluncuran inovasi akan terus berlanjut lagi.

Rabu (15/12), Telkomsel meluncurkan inovasi terbaru Mobile Message Board. Inovasi ini memungkinkan pelanggan Telkomsel dapat menikmati fasilitas layaknya pengelola kuis, polling dan berbagai kegiatan yang promotif, distribusi informasi maupun survei. Uniknya, inovasi ini tanpa membutuhkan investasi seperangkat alat pendukung seperti server, sehingga efisien.

Di sisi lain, secara konsisten perseroan juga terus melakukan pengembangan jaringan infrastruktur. Seperti diungkapkan Bajoe Narbito Dirut Telkomsel awal pekan lalu, Telkomsel akan menyelesaikan jangkauan bagi seluruh kabupaten di Indonesia pada akhir tahun ini. Selanjutnya, tahun 2005, Telkomsel siap menjangkau 60% hingga 65% wilayah kecamatan. Saat ini, jangkauan untuk kecamatan telah meliputi 40% dari seluruh wilayah di Indonesia.

"Ekspansi jaringan di wilayah kecamatan tidak akan difokuskan ke daerah tertentu saja, sebaliknya akan dilakukan secara menyebar di seluruh wilayah nusantara," tambah Bajoe.

Sejalan dengan target tambahan pelanggan tahun depan yang sebesar enam juta, Telkomsel juga merencanakan untuk melakukan pengembangan jumlah mobile switching center (MSC). Kemudian, perseroan pun akan meningkatkan jumlah base tranceiver station (BTS) sekitar 3.000 unit, dari jumlah akhir tahun 2004 yang sudah mencapai 6.100 BTS.

Mencermati perkembangan Telkomsel, Heru Sutadi, pengamat Telekomunikasi memprediksi posisi Telkomsel sebagai pemimpin di bisnis seluler masih sulit digoyahkan. "2005, Telkomsel masih akan tetap leading," ujarnya. Namun, kuatnya posisi perseroan akan bergantung pula pada kemampuan manajemen dalam menerapkan strategi yang jitu.

Selama 2004, Heru mencatat beberapa kebijakan manajemen yang kurang mendukung kekuatan perseroan. Kebijakan yang tepat terutama ialah kebijakan di bidang pemasaran dan perluasan jangkauan.

Menurut dia, Telkomsel telah memainkan kebijakan pemasaran yang sangat cantik sepanjang tahun ini. Dengan memadukan beberapa layanan inovatif, tarif, dan area roaming, terbukti, Telkomsel telah banyak dipilih pelanggan. Hingga awal Desember bahkan telah mencapai 15 juta pelanggan.

Perencanaan dan persiapan yang matang dalam pengembangan jaringan infrastruktur yang telah dicanangkan Telkomsel, dinilai juga merupakan kebijakan yang sangat tepat. Sebab, kebijakan perluasan jaringan, lanjut Heru, dinilai akan memperkokoh perseroan sebagai perusahaan seluler dengan keunggulan kompetitif di jangkauan.

Namun demikian, Heru mengingatkan banyak kompetitor yang telah mengintip perseroan. Dua kompetitor utama , PT Indosat Tbk dan PT Excelcomindo Pratama (XL) dinilai berpotensi mengoyang posisi perseroan. PT Indosat Tbk yang tahun depan, telah berhasil mengintegrasian jaringan "Sinyal Terkuat" mereka dinilai sangat layak untuk diwaspadai.

Kemudian juga, XL yang mulai rajin membangun kabel bawah laut dan terus mengeluarkan jurus tarif murah bahkan gratis dinilai juga pantas dicermati. Apalagi dibelakang XL kini telah ada Telekom Malaysia yang disebut-sebut cukup ekspansif dalam melakukan investasi. (Trimurti)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2004 © Heru Production