|
|
Bisnis SLI Cukup Potensial
Republika, 29 November 2004
JAKARTA -- Bisnis Sambungan Langsung Internasional (SLI) di Indonesia masih cukup potensial untuk dikembangkan. Dengan nilai pangsa pasar sebesar Rp 2triliun pada 2004, potensi nilai pangsa pasar SLI dipastikan bakal meningkat sekitar 20 persen menjadi Rp 2,5 triliun.''Kita melihat 'kue' SLI dapat mencapai sekitar Rp 2 triliun pada tahun ini. Pada 2005, 'kue' tersebut akan meningkat lagi kurang lebih sekitar 20 persen,'' ujar pengamat telematika, Heru Sutadi, ketika dihubungi Republika melalui telepon, di Jakarta, Ahad (28/11).
Heru mengatakan bahwa bisnis SLI bakal semakin menarik setelah pemerintah menerapkan sistem duopoli. Telkom dan Indosat bakal bersaing ketat pada bisnis SLI ini. ''Kalau Indosat leading, Indosat akan menguasai 50-54 persen pangsa pasar SLI,'' ujar Heru. ''Sedangkan apabila Telkom leading, Telkom pun pasti akan menguasai sekitar 50-54 persen pangsa pasar SLI. Jadi, persaingannya cukup ketat.''
Heru menuturkan Telkom memiliki peluang merebut pangsa pasar SLI yang selama ini dikuasi oleh Indosat. Pasalnya, dilihat dari sisi bisnis hulu dan hilirnya, Telkom memang terbilang sangat siap karena memiliki jaringan cukup luas. ''Telkom memiliki delapan juta sambungan fixed line sehingga Telkom lebih mampu melakukan penetrasi pasar dibandingkan Indosat yang sudah terlebih dahulu di bisnis SLI. Paling tidak, Telkom diperkirakan bakal menguasai sekitar 25 persen pangsa pasar SLI,'' tandasnya.
Heru menuturkan bahwa persentase pangsa pasar SLI memang masih terbilang kecil dibandingkan dengan persentase pangsa pasar bisnis telekomunikasi lainnya. Dari total pangsa pasar bisnis telekomunikasi senilai Rp 20 triliun per tahun, bisnis SLI hanya mampu menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar bisnis telekomunikasi di Indonesia. Bisnis SLI masih mesti bersaing keras dan ketat dengan bisnis telekomunikasi lainnya seperti bisnis telepon lokal, Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ), seluler, dan CDMA.
Di lihat dari sisi fixed line-nya, ujar Heru, bisnis SLI juga masih terbilang kalah bersaing dengan bisnis fixed line lainnya yaitu bisnis telepon lokal dan SLJJ. Bisnis SLI hanya mampu meraup pangsa pasar dengan nilai Rp 2 triliun per tahun. Bisnis telepon sambungan lokal mampu meraup pangsa pasar fixed line dengan nilai mencapai sekitar Rp 8 triliun. Sedangkan SLJJ, apabila dikaitkan dengan telepon seluler, mampu mendapatkan pangsa pasar senilai Rp 10-12 triliun per tahun.
|
|